Monday, July 04, 2016

Hasil Wawancara “Kedisiplinan Siswa di Sekolah”

Hasil Wawancara “Kedisiplinan Siswa di Sekolah”






Topik                          :  Kedisiplinan siswa di sekolah
Pewawancara            : -Apriliana Dwi Larasati
  -Raihanisa Nilasari
Narasumuber             :  Bapak Yan Azmi               





Sekolah Menegah Atas  Negeri 12
Tangerang Selatan
2016




A.    Dialog
1.    p: permisi pak , bisa kita mulai wawancaranya
     n: iya silakan
2.     P : Apakah pentingnya kedisiplinan seorang siswa menurut bapak?
     N : Menurut saya kedisiplinan sangatlah penting karena disiplin siswa itu identik dengan siswa yang rajin, kalau siswa tidak rajin beresiko siswa akan tinggal kelas dan di mata pelajaran siswa akan tertinggal.
3.        P : Bagaimana caranya meningkatkan kedisiplinan siswa?
N : Membuat peraturan disekolah, menggunakan poin-poin dalam peraturan yang sudah ada di buku tata tertib, masukan yang diberikan oleh wali kelas maupun guru mata pelajaran.
4.        P : Apakah guru perlu memakai cara kekerasan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa? Apa alasannya.
N : Tidak perlu, karena kalau kita mengeraskan atau menghukumnya itu dengan tindakan fisik akan beresiko, karena ada aturan hukum. Misalkan guru memukul murid ada undang-undangnya maka dari itu para guru tidak menggunakan fisik melainkan hanya dengan menjelaskannya.
5.        P :  Apa penyebab perilaku tidak disiplinnya siswa?
N : Faktornya ada 3 yaitu; faktor teman, faktor sekolah dan faktor lingkungannya. Sehingga siswa berperilaku seperti itu.
6.        P : Perilaku Siswa apa saja yang dinilai tidak atau kurang disiplin?
N : Menurut saya akhlaknya, karena mungkin banyak siswa yang belum mengerti tentang akhlak seperti cara dia menegur guru dan menegur temannya itu sama seharusnya dibedakan.
7.        P : Apa saja upaya-upaya yang bisa dilakukan warga sekolah dalam meningkatkan penerapan disiplin di sekolah?
N : Upaya-upaya sekolah untuk siswa disini seperti diterapkannya masuk sekolah jam 7 tepat semua siswa harus sudah ada disekolah. Jika siswa terlambat akan di hukum, tetapi siswa diperbolehkan masuk sekolah untuk mengikuti pelajaran.
8.        P : Tindakan apa saja yang diberikan oleh guru pembimbing jika siswa tidak disiplin dalam aturan sekolah?
N : Misalkan ada siswa yang merokok atau sering bolos masuk sekolah, bapak tidak akan memanggil orang tuanya tetapi bapak memanggil siswanya menanyakan masalah tersebut.
9.        P : Kenapa para guru tidak menyadari banyak siswa yang melanggar peraturan?
N : Yang bapak lihat guru yang sering memantau yaitu guru BK dan osis kesiswaan. Kalau guru mata pelajaran lebih terfokus untuk mengajar ketimbang kelengkapan atribut sekolah.
10.    P : Apakah para guru pembimbing bisa memberikan toleransi bagi yang melanggar peraturan sekolah?
N : Para guru pembimbing tidak mungkin siswa yang telat masuk sekolah diberikan toleransi, pasti akan diberikan hukuman.
      Siswa di berikan hukuman selama kurang lebih 1 jam.
11.         P : Kenapa para guru BK di takuti oleh siswa bukan seharusnya siswa terbuka kepada guru BK?
N : Memang dari dulu guru BK itu sering ditakuti oleh siswa. Guru BK hanya memberikan arahan yang terbaik untuk siswanya dengan bersikap tegas supaya anak itu disiplin dan menyadari kesalahannya sendiri.


No comments:

Post a Comment