Hasil Wawancara “Kedisiplinan Siswa
di Sekolah”
Topik : Kedisiplinan siswa di
sekolah
Pewawancara :
-Apriliana Dwi Larasati
-Raihanisa Nilasari
Narasumuber : Bapak
Yan Azmi
Sekolah
Menegah Atas Negeri 12
Tangerang
Selatan
2016
A.
Dialog
1.
p: permisi pak , bisa kita mulai
wawancaranya
n: iya silakan
2.
P
: Apakah pentingnya kedisiplinan seorang siswa menurut bapak?
N : Menurut saya kedisiplinan sangatlah
penting karena disiplin siswa itu identik dengan siswa yang rajin, kalau siswa
tidak rajin beresiko siswa akan tinggal kelas dan di mata pelajaran siswa akan
tertinggal.
3.
P : Bagaimana caranya meningkatkan
kedisiplinan siswa?
N
: Membuat peraturan disekolah, menggunakan poin-poin dalam peraturan yang sudah
ada di buku tata tertib, masukan yang diberikan oleh wali kelas maupun guru
mata pelajaran.
4.
P : Apakah guru perlu memakai cara
kekerasan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa? Apa alasannya.
N
: Tidak perlu, karena kalau kita mengeraskan atau menghukumnya itu dengan tindakan
fisik akan beresiko, karena ada aturan hukum. Misalkan guru memukul murid ada
undang-undangnya maka dari itu para guru tidak menggunakan fisik melainkan
hanya dengan menjelaskannya.
5.
P :
Apa penyebab perilaku tidak disiplinnya siswa?
N
: Faktornya ada 3 yaitu; faktor teman, faktor sekolah dan faktor lingkungannya.
Sehingga siswa berperilaku seperti itu.
6.
P : Perilaku Siswa apa saja yang dinilai
tidak atau kurang disiplin?
N
: Menurut saya akhlaknya, karena mungkin banyak siswa yang belum mengerti
tentang akhlak seperti cara dia menegur guru dan menegur temannya itu sama
seharusnya dibedakan.
7.
P : Apa saja upaya-upaya yang bisa
dilakukan warga sekolah dalam meningkatkan penerapan disiplin di sekolah?
N
: Upaya-upaya sekolah untuk siswa disini seperti diterapkannya masuk sekolah
jam 7 tepat semua siswa harus sudah ada disekolah. Jika siswa terlambat akan di
hukum, tetapi siswa diperbolehkan masuk sekolah untuk mengikuti pelajaran.
8.
P : Tindakan apa saja yang diberikan
oleh guru pembimbing jika siswa tidak disiplin dalam aturan sekolah?
N
: Misalkan ada siswa yang merokok atau sering bolos masuk sekolah, bapak tidak
akan memanggil orang tuanya tetapi bapak memanggil siswanya menanyakan masalah
tersebut.
9.
P : Kenapa para guru tidak menyadari banyak
siswa yang melanggar peraturan?
N
: Yang bapak lihat guru yang sering memantau yaitu guru BK dan osis kesiswaan.
Kalau guru mata pelajaran lebih terfokus untuk mengajar ketimbang kelengkapan
atribut sekolah.
10.
P : Apakah para guru pembimbing bisa
memberikan toleransi bagi yang melanggar peraturan sekolah?
N
: Para guru pembimbing tidak mungkin siswa yang telat masuk sekolah diberikan
toleransi, pasti akan diberikan hukuman.
Siswa di berikan hukuman selama kurang
lebih 1 jam.
11.
P : Kenapa para guru BK di takuti oleh
siswa bukan seharusnya siswa terbuka kepada guru BK?
N
: Memang dari dulu guru BK itu sering ditakuti oleh siswa. Guru BK hanya
memberikan arahan yang terbaik untuk siswanya dengan bersikap tegas supaya anak
itu disiplin dan menyadari kesalahannya sendiri.
No comments:
Post a Comment